Life oh Life

Hidup itu memang sebuah pilihan, terserah kamu mau menghabiskannya dengan apa dan bagaimana.. it’s all up to you. Tapi hidup pun mengandung konsekuensi. Konsekuensi atas semua pilihan yang kau pilih.

Apakah kau menyadari kawan? Bahwa sudah terlalu banyak orang-orang yang menjalani hidupnya hanya untuk dirinya, hidupnya dan keinginannya. Apakah kau juga begitu kawan??

Jika hidup adalah hanya mengenai kita, lalu pernahkan kau berpikir kenapa Tuhan menciptakan 5 milyar manusia di bumi? Kenapa Tuhan harus capek-capek menciptakan dan mengurus manusia? Kenapa Tuhan tidak menciptakan hanya satu manusia saja, layaknya Adam dulu? Toh kita memandang hidup ini hanya untuk diri kita dan keinginan kita..

Ternyata… memang ada yang salah.. dan sebagian kita tidak menyadari ataupun pura-pura tidak tahu bahwa memang ada yang salah…

Kita terlahir dengan begitu putih, tapi kita kemudian terlahir kembali menjadi manusia-manusia apatis, unhumanistis, uncare, masa bodoh. Dan sepertinya hal tersebut sudah menjadi hal yang lumrah, dimaklumi, kitapun menjadi semakin permisif dan sekali lagi merasa masa bodoh dengan urusan orang lain… dan masa bodoh dengan kesulitan orang lain.

Kita menolong sebatas kemampuan kita, tetapi ego manusia selalu membuat batasan itu menjadi sangat pendek, dan kitapun selalu berpuas dengan hal itu.. padahal kawan, kita sebenarnya bisa much, much, much better than that.

Kenapa kita sangat care pada someone special kita? Kenapa kita selalu meluangkan waktu untuknya? Kenapa kita berusaha menolongnya sekuat tenaga? Selalu disampingnya pas dia kesulitan? Dan kenapa kita bersikap masa bodoh ketika di perempatan melihat ada anak kecil yang meminta uang receh pada kita? Kenapa kita menjadi sangat egois? Lalu apakah semua kasih sayang kita tadi itu tulus?? Kenapa kita hanya memberikannya pada someone special kita saja? Pernahkah kita menyadarinya kawan.. jika hidup kita terlalu sangat sangat egois?

Lingkunganpun mengajarkan kita untuk selalu berhitung dan berpikir kapitalis.. semua diukur dengan hitung-hitungan untung rugi. Pernahkah kita berpikir jika kita menolong seseorang pasti ada sesuatu yang kita korbankan? Dan sesuatu yang kita korbankan dengan sengaja pastilah bersifat sukarela, keuntungan jarang kita dapatkan, dan apa yang terjadi?? Jika hal itu tidak menguntungkan kita, kitapun makin enggan dan berat hati untuk melakukannya. Apalagi melakukannya bagi orang-orang yang kita tidak kenal.

Tapi pernahkah kau berpikir, kenapa banyak orang yang memilih hidup untuk menolong orang lain? Sebagian besar dari kita pasti berkata “salut” bagi orang tersebut, karena kita memang sepertinya tidak akan mampu dan tidak akan siap jika harus menjadi seperti itu. Apalagi ketika mengetahui mereka menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk berbagi, dimana jarang sekali mereka mendapatkan keuntungan yang bersifat materil dari semua apa yang mereka kerjakan.

Lalu..kenapa mereka tetap melakukannya??

Kawan masih banyak hal dalam hidup ini yang lebih luas daripada hanya sekedar hal mengenai keinginan kita. Kita tercipta untuk saling memerhatikan, itulah kenapa Tuhan menciptakan kita sangat banyak. Hidup itu bukan hanya perkara materi, hidup lebih indah dari itu. Belajarlah untuk selalu berbagi belajarlah untuk memberi. Karena Tuhan pun tidak pernah merasa rugi memberikan semuanya pada kita.

Itulah hal yang aku pelajari dari sebuah film dokumenter yang ku lihat sore ini di CCF.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: