Half Pass Death

pada tgl 31 oktober sehabis pulang kerja saya dengan mas andi melakukan touring lagi ke bandung dengan menggunakan 2 motor, waktu itu memang kondisi cuaca rada ga bersahabat. kita menunggu sampai jam 4 sore dan akhirnya mutusin buat tancap gas ke bandung agar ga kemalaman.

di jalan lepas kabupaten tasikmalaya dan menuju ke garut, hujan makin deras tapi kita tetep labas,, jalan kemudian menurun dan menikung lalu tiba-tiba di depan ada sebuah truk yang berhenti di tengah jalan, ya benar berhenti, bukan ngerem… otomatis kita pada ngerem mendadak, syukur bagi mas andi karena dia berhenti pas belakang truk, tapi poor with me, karena ngerem mendadak karena jalan licin motor saya selip dan akhirnya jatuh menghantam aspal dengan posisi siku menahan jatuh dan akhirnya terseret beberapa meter

Pada waktu itu memang sedang sore menjelang magrib ditambah hujan, jadi memang tidak ada penduduk yang mengetahui ada kecelakaan.
saya sendiri terkapar di tengah jalan, beberapa saat saya seakan-akan sedang bermimpi, tapi pikiran sadar saya membisikkan sesuatu “hey dirimu lagi di tengah jalan” dan saya pun tersadar dan segera bangun.
tapi posisi motor waktu itu menghimpit badan saya, jadi saya sendiri kesulitan untuk berdiri,, untungnya perjalanan kali ini saya membawa teman, dan akhirnya mas andi lah yang menolong saya pada waktu itu.

ternyata saya terpental cukup jauh, karena posisi tas teryata jauh dari badan saya,, dan untungnya setelan touring kali ini cukup lengkap, terimakasih pada helm fullfaceku yg nyelamatin saya dari ciuman aspal (tapi helm rusak bgt), motor sendiri garpu nya geser, rem tangan bengkok dan bodi lecet, tapi karena merasa masih sanggup akhirnya kita teruskan perjalanan menuju Bandung.

allhamdulillah saya mengalami sedikit luka (fisik) yaitu siku lecet, tetapi ketika di jalan otw ke bandung baru saya merasakan ada sesuatu yang salah dengan siku dan bahu saya, akhirnya perjalanan Tasik-Bandung yang biasanya hanya 2.5jam saya tempuh dengan lama 5 jam.

dan pas sampai kerumah akhirnya saya memutuskan untuk ke tukang tulang dan urut, barulah saya tahu bahwa ternyata bahu kanan saya bergeser atau dislokasi. malam itu ku nikmati dengan raungan raungan, karena ternyata membetulkan tulang sangat luar biasa nikmat,

satu hal yang pasti pengalaman tersebut membuatku berpikir, ternyata hidup itu tak terduga, kita tidak tahu kapan kita di panggil olehNya..
Thank God for this second chance

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: