Ambil Resiko, dan Hiduplah !!! (Part 1)

riskBeberapa hari yang lalu ketika di kelas, saya memberikan kuliah mengenai Analisa Resiko Investasi, inti dari perkuliahan tersebut adalah mengenai bagaimana kita dapat menghitung dan menganalisa resiko yang terjadi jika kita ataupun perusahaan akan membuat sebuah keputusan investasi. Analisa harus dibuat karena dengan begitu kita akan dapat meminimalisir kemungkinan resiko loss, dimana analisa tersebut dibuat atas dasar estimasi probabilitas objektif berdasarkan volatilitas data historisnya. Pusing?? Bagus, tapi tenang saja bukan itu kok yang akan kita bahas kali ini (walaupun secara konsep teoritis sama ;))

Begini loh, konsep hidup kita sebenarnya hampir sama dengan konsep investasi. Investasi sifatnya high risk tetapi high return, kesempatan untuk mendapatkan gain yang tinggi sebanding dengan kemungkinan you loss all your money (walaupun sebenarnya sih tergantung jenis instrument investasinya).

Jika anda berinvestasi ke saham, maka resikonya akan lebih tinggi dibanding investasi yang lain dan begitupun keuntungan yang anda dapatkan akan lebih tinggi pula dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, hal ini dikarenakan pergerakan saham sangat dinamis sesuai dengan permintaan dan penawaran pasar. Jika anda berinvestasi pada Obligasi atau Sukuk, resiko anda mungkin lebih kecil dibanding saham, tetapi return yang anda dapatnya pun lebih kecil. Kemudian, jika anda berinvestasi pada fixed assets seperti properti, anda akan mendapatkan keuntungan dari hasil selisih harga beli dan harga jual properti anda, tetapi apakah membeli properti misal rumah tidak mengandung resiko? Kita bisa melihat banyaknya kasus di media massa mengenai bangunan atau tanah yang diserobot dan diklaim oleh pihak lain, jangan lupakan adanya kemungkinan longsor, gempa, gunung meletus dll. Jikapun anda kemudian memilih untuk berinvestasi pada emas, karena menurut pemikiran anda harganya selalu naik dan aman, tetap saja investasi di logam mulia pun mengandung resiko, misal kerampokan dll. Artinya semuanya mengandung resiko. Nah bagaimana dengan hidup kita?

Kita tau setiap kali kita berangkat dari rumah kita apakah untuk ngampus, ngantor ataupun just for hang out selalu ada resiko yang mengintai misal tertabrak di jalan atau kerampokan dll, tapi ketika kita sudah tau akan resiko tadi, apakah hal tersebut membuat anda ga mau ngampus atau ngantor?

Setiap istri tau bahwa ketika melahirkan ada resiko kematian, tetapi pun ketika semua wanita tau hal itu lantas apakah para wanita demo enggan hamil? Kita bisa lihat faktanya jumlah yg brojol beranak pinak tiap tahunnya malah tambah banyak.

Semua orang tahu berbisnis kalo ga untung ya rugi, kalo ga rugi ya untung, tapi apakah hal tersebut membuat orang-orang berhenti untuk mencoba berwirausaha?
Pun ketika masyarakat melihat kasus penerbangan Malaysia Airlines yang kemudian antah berantah dimana lokasinya, apakah dibajak ataupun kecelakaan, lalu lantas apakah hal tersebut membuat orang-orang berhenti dan enggan menggunakan pesawat terbang?

Yeah everything is risky, risk is everywhere. resiko itu selalu ada, baik di dalam dunia investasi ataupun hidup kita, tetapi jika kita berfokus hanya pada resiko dan ketakutan-ketakutan kita, maka sudah dipastikan orang-orang tidak akan berinvestasi, tidak mau hamil, tidak mau kerja, tidak mau menjadi pengusaha dan mungkin lebih memilih untuk mengurung diri di kamar dan mengunci pintu rumahnya, daaaaan kemudian rumahnya kebakaran, hehe tetep aja diam dirumahpun mempunyai resiko. Bahkan jika kita menjadi enggan hidup maka kematianpun tetap beresiko lho, ya kita kan ga tau bakal masuk surga langsung atau dicelup dulu di neraka. Once again it’s all back to your point of view.

Kenapa orang-orang mengambil resiko untuk berinvestasi? Karena dengan berinvestasi ada kemungkinan dan peluang untuk mendapatkan keuntungan yang jauuuh lebih tinggi dibanding saving yang pada akhirnya menciptakan kemakmuran finansial. Kenapa orang mau dan bersuka cita untuk hamil dan melahirkan, walau taruhannya nyawa? Karena orang-orang tau bahwa hal tersebut worth it karena ada peluang dan kemungkinan untuk mendapatkah hal yang lebih membahagiakan, yaitu kehadiran buah hati anda. In every risk, there’s a chance. If you’re not dare to take risk, then you won’t live your life.

Resiko itu ada karena kita membuat sebuah keputusan, tetapi tidak membuat keputusanpun sebenarnya beresiko, ya beresiko, anda beresiko kehilangan kesempatan atau momentum, momentum berharga di hidup anda, and as you knew, chance only come once.

Dikelas saya mengutarakan pertanyaan pada mahasiswa saya “Apakah resiko itu harus dihindari atau dihadapi?” bagaimana menurut anda?

….krik krik… krik krik….

In some case resiko itu harus anda hindari, misal sudah tau Gunung akan meletus, ya mengungsi lah., sudah tahu harga sahamnya terjun bebas, ya juallah, cut loss, hindari resiko, atau minimalkan resiko. But in common case, you should take risk. Take risk artinya bukan ngawur dan modal nekat, tetapi kita berani mengambil resiko karena telah mengukur resiko tersebut, anda sudah memperhitungkan semuanya, anda mempunyai cara untuk meminimalkan tingkat resiko tadi, dan anda tau bahwa keuntungan yang akan didapat lebih tinggi dibanding resiko yang nanti akan diterima.

Resiko memang tidak bisa dihilangkan, tapi resiko bisa diminimalkan. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menyusun data historis dan membuat kesimpulan berdasarkan data tersebut sehingga anda bisa meningkatkan probabilitas keuntungan anda. Saya ambil contoh sederhana seperti ini, jika anda seorang mahluk bergelar “Jomblo” maka ketika anda ingin melapaskan gelar tersebut, ketika anda ingin mendeklarasikan kemerdekaan anda dari Jombloisme maka anda harus mempunyai seseorang kekasih, dimana seorang kekasih atau pacar ini adalah bentuk kulminasi fisik dari sebuah nota kesepahaman atau MOU antara anda yang kemudian disebut Pihak Jomblo ke-1 dan dia yang kemudian disebut sebagai Pihak Jomblo ke-2, yang atas dasar rasa sadar dan ketiada paksaan bersama-sama berniat dan beritikad baik untuk membuat sebuah kerjasama dan perkongsian dengan tujuan untuk saling mencocokkan diri dan hati tanpa saling merugikan salah satu pihak *ketentuan dan prasyarat berlaku.

-Bersambung-
(Seriusan, dah larut malam banget, ngantuk saya nya, dilanjut lagi ntar)

Posted on Maret 23, 2014, in Motivasi, Renungan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Wah, menarik mas tulisannya. Kadangkala yg membuat kita gk berani bertindak ya krn terlalu khawatir resiko. Banyak kasus dan spertinya sy sndiri jg msih sering mengalami. hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: