Saatnya Pria Mengenal dan Aware terhadap Kanker Payudara

Gambar

Bulan ini kebetulan adalah bulan Oktober, dan Oktober diperingati sebagai National Breast Cancer Awareness Month (Bulan Waspada Kanker Payudara Nasional). Walaupun bulan peringatan ini tidak diselenggarakan di Indonesia, tapi di Amerika tapi saya ingin berbagi sedikit pengalaman mengenai kanker payudara, khususnya bagi kaum Adam.

 

MENGAPA PARA PRIA HARUS AWARE TERHADAP KANKER PAYUDARA?

Lho kok kita yang pria harus aware juga terhadap kanker payudara? emang pria bisa kena penyakit ini? walaupun bukan itu intinya saya menulis tulisan ini, tapi jika anda penasaran dan terbesit dalam pikiran “bisa ga sih pria kena kanker payudara?” maka jawabannya adalah “Iya” anda dan saya bisa kena penyakit ini. Walaupun jarang terjadi dan kemungkinannya kecil, tapi iya hal ini bisa terjadi dan memang terdapat kasus dimana pria kemudian mempunyai kanker payudara.

 

Time to be aware!!! yeah sinyal lampu merah harus mulai anda nyalakan guys, Kebiasaan mayoritas para pria adalah karena mereka  merasa tidak akan terkena kanker payudara merekapun jarang yang tau dan mencari tau tentang penyakit ini, bagaimana gejalanya, dan bagaimana cara memeriksanya. Hal ini terjadi especially bagi anda yang masih bujang (dan yang sudah menikahpun kadang sama), dan percayalah anda tidak ingin mengetahuinya ketika terlambat kan? Bayangkan jika ibu, kakak perempuan atau adik anda kemudian mengalaminya dan anda atau mereka telat mengetahuinya.

 

Saya dan Istri kebetulan suka untuk mencari informasi tentang kesehatan, baik sebelum kita menikah, pun ketika setelah menikah. Dan jujur sangat penting bagi anda para pria untuk “ngeh” soal penyakit ini, Karena sometime orang yang sudah tahupun ketika mendapati dirinya mempunyai penyakit ini, ada beberapa dari mereka yang cenderung “denial” atau menyangkal dan mencari alasan penyanggahan dan alasan untuk tidak percaya bahwa mereka memang mempunyai penyakit ini, dan ketika itu terjadi maka anda lah yang harus meyakinkan dia untuk segera memeriksakan dan mengobati penyakitnya.

 

Para wanita saya pikir lebih akrab dan lebih tahu akan penyakit ini, nah bagi anda para suamipun saya sarankan melakukan hal yang sama. Yaitu minra istri anda untuk selalu memeriksa payudaranya dengan cara yang paling mudah yaitu dengan merabanya, karena tanda-tanda ada gejala tumor atau kanker payudara biasanya diawali dengan adanya benjolan kecil dan tidak biasa di dalam payudara. (Eitsss tapi saya tidak menyarankan anda yang melakukannya khususnya bagi anda yang belum menikah Halaaah).

 

Apa yang kita lakukan ketika ternyata ada benjolan di payudara pasangan anda tersebut? yang perlu anda lakukan pertama adalah jangan panik, dan jangan ikut-ikutan panik. Kita sebagai suamilah yang harus mampu menenangkan istri, dan itu bisa dilakuka dengan duduk bareng membicarakan masalah ini dan semua kemungkinannya, ajaklah istri anda untuk mau menerima dahulu bahwa ada yang salah di payudaranya, karena menyangkal dan merasa semua baik-baik saja justru akan lebih membahayakan.

 

Setelah semua beres, periksakanlah secara medis. Sayapun menyadari bahwa pasangan kita pasti takut untuk menghadapi hal ini, apalagi jika kemudian harus menduga-duga dan berobat sendiri. Kitalah yang harus mendorong dan menemani dia untuk mau memeriksakan ke dokter onkologi. Ingat selalu untuk langsung memeriksakannya langsung ke ahlinya, dan dalam hal ini saya menyarankan langsung ke dokter onkologi. Berdasarkan pengalaman yang saya dan istri alami, biasanya nanti si pasien akan di observasi lagi oleh dokter tersebut (Jika pasangan anda merasa kurang nyaman dengan dokter pria, anda bisa mencari-cari informasi mengenai dokter onkologi wanita di kota anda), dan jika disimpulkan ada sesuatu yang diperkirakan tumor atau kanker, biasanya dokter untuk memastikan lebih lanjut akan meminta si pasien untuk di USG ataupun di mammografi.

 

Dari hasil USG atau mammografi tersebut dokter bisa memastikan apakah benjolan yang ada di payudara pasangan anda itu kemungkinan apakah tumor jinak atau tumor ganas (kanker). Yang perlu anda ketahui juga, anda harus mulai waspada dan curiga jika benjolan di payudara pasangan anda dari waktu ke waktu volumenya makin membesar. Kasus yang terjadi pada istri saya adalah hanya dalam jangka waktu 4 bulan semenjak terasa adanya benjolan, si benjolan tersebut sudah bertambah besar, mengeras dan terasa sakit, kadang rasanya seperti ada jarum yang menusuk-nusuk di dalam payudara (ditempat benjolan tersebut berada), dan payudara istri pun jika tersenggol sedikit saja terasa sakit.

 

Jika anda mengetahui lebih awal tanda-tandanya maka pengobatannyapun akan lebih mudah dibandingkan jika anda terlambat mengetahui penyakit tersebut. Perkembangan sel kanker di tiap orang sangat berbeda-beda, ada yang lambat dan ada yang sangat rapid (cepat). Dan percayalah faktor usia tidak bisa dijadikan landasan apakah seseorang bisa terkena kanker atau tidak. Dokter onkologi tempat istri saya berobat mengatakan bahwa biasanya wanita yang mempunyai tingkat resiko tinggi terkena kanker payudara biasanya adalah para wanita yang berumur di atas 35thn, tapi hal ini sudah berubah jauh, dewasa ini orang yang terkena kanker payudara semakin muda, istri saya saja ketika divonis mempunyai kanker masih berusia 29 thn. Dan sayapun menemukan kasus di rumah sakit tempat teman saya bekerja bahwa ada wanita yang baru berumur 21 thn dan kemudian divonis kanker payudara dan payudaranya harus diangkat. Jadi sekali lagi umur bukan jaminan.

 

Faktor gaya hidup, pola makan adalah beberapa pencetus seseorang terkena kanker. Dan faktor yang lainnya adalah genetik. Artinya jika di keluarga anda pernah ada kerabat yang punya historis kanker, maka anda lebih beresiko terkena kanker dibandingkan teman-teman anda yang dikeluarganya tidak terdapat historis kanker.

 

Setelah diketahui bahwa pasangan anda terkena tumor / kanker, apa yang harus kita lakukan?

 

Yang paling penting dari semuanya adalah support moril, trust me wanita yang kuatpun ketika mendapati dirinya mempunyai kanker apalagi di payudara, dia akan sangat down. Anda sebagai suamilah yang harus bisa mengangkat moril istri, dan mendorongnya untuk tetap kuat dan percaya bahwa even cancer, tapi semua itu masih bisa diobati.

 

Saya dan istri ketika mengetahui bahwa didalam tubuh istri terdapat kankerpun sama, dunia seakan runtuh, dan kami nyaris tidak percaya. Saya tahu bagaimana istri sangat menjaga pola dan asupan makanannya. Tapi ya once again, semua hal bisa terjadi. Seseorang terkena kanker atau tidak biasanya akan dipastikan kembali melalui pengambilan sampel benjolan tersebut, dalam kasus kami, kami diberitahu dari awal bahwa ini tumor, tapi karena perkembangannya yang rapid, dan dilihat dari massa benjolannya yang sudah mengeras, tidak berbentuk, kemudian terasa sakit sang dokterpun sudah mewanti wanti kami bahwa ini kemungkinan besar adalah kanker. Jadi kamipun setelah benjolan tersebut diambil sampel dan diperiksa (di biopsi) baru lah bisa mengetahui bahwa itu kanker atau tumor.

 

Setelah diperiksa, kami diminta untuk segera melakukan operasi. Dan 2 minggu setelah permeriksaan usg dan mammo istripun mulai di operasi. Dokter mengatakan bahwa treatment operasinya akan tergantung pada hasil biopsi. Jika dari hasil tes lab terhadap sampel tumor diketahui bahwa itu hanya tumor jinak, maka operasi yang dilakukan bisa berupa pengangkat benjolan tumor tersebut, tetapi jika dari hasil biopsi ternyata itu adalah tumor ganas (kanker) maka Operasi yang dilaksanakan adalah berupa pengangkatan seluruh jaringannya atau dengan kata lain semua payudara istri diangkat. Dan inilah yang terjadi pada kami, payudara istri sebelah kanan diangkat semua, sedangkan berdasarkan hasil pemeriksaan, di payudara yg sebelah kirinya pun ada tumor jinak (kista).

 

Operasi yang dijalani oleh istri total adalah 4 jam (dari mulai masuk ruang operasi sampai siuman dan keluar ruang operasi), tapi harus anda ketahui bahwa perjuangan belum selesai sampai dilakukan pengangkatan. Karena sampel jaringan yang diangkat akan diperiksa kembali, dan dalam kasus kami setelah seminggu kemudian, hasil lab pun muncul dan ternyata walaupun payudara istri sudah diangkat tetapi di tubuh istri masih terdapat 3 kelenjar kanker, maka jalan satu-satunya adalah di kemoterapi.

 

Saat tulisan ini saya buat, istri sudah menjalani 2 kali kemoterapi. 1 x kemoterapi bisa berlangsung 6 jam, selain kemoterapi kami rutin 1 minggu sekali cek darah di lab, dan kemoterapi pun tidak 1x tapi dalam kasus kami 6 x kemo dengan interval 3 minggu 1 x. Dan seperti yang sudah anda bayangkan, efek kemo (walaupun berbeda-beda) tapi umumnya menyebabkan berat badan berkurang, perut mual, mulas, rambut rontok dll. Dan itu berlangsung bukan selama pas anda di kemo, tetapi selama anda dalam proses pengobatan. Dan menurut Dokter setelah kemoterapi 6 x selesai dilakukan, maka istri akan melakukan terapi hormon, dan akan terus di observasi selama 5 thn. Dan selama 5 tahun itupun kami tidak diperkenankan mempunyai anak.

 

Sampai sini anda bisa melihat bawa proses pengobatannya sangat panjang, oleh karenanya kewasapaan dini sangat diperlukan, karena jika kita bisa lebih cepat mengetahui dan memeriksakan serta mengobatinya maka akan besar kemungkinan pengobatannya tidak harus dilakukan secara operasi. Kami berobat ketika kanker istri saya sudah berada di stadium 2, dan bisa anda bayangkan jika kita telat mengetahuinya.

 

Kanker payudara adalah penyakit pembunuh no.1 wanita di dunia, dan oleh karenanya sudah saatnya anda para suami untuk “ngeh” terhadap hal ini. Ingatlah kewaspadaan anda akan sangat menentukan bagaimana nanti hasil endingnya.

 

Saatnya kita peduli, saatnya kita aware.

Gambar

 

 

Posted on Oktober 9, 2013, in Motivasi. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. ralat nih pa untuk statement “……masih terdapat 3 kelenjar kanker, maka jalan satu-satunya adalah di kemoterapi”, based on hasil PA ” seluruh sayatan operasi bebas massa tumor dan tidak di temukan invasi ke pembuluh darah,…..dari ke 5 kelenjar getah bening yg diangkat, 3 kgb terdapat massa tumor”, jadi kesimpulannya in simple words, kgb yg terindikasi tumor sudah diangkat pula pada saat mastektomi itu, dokter sudah membersihkannya, kenapa harus kemoterapi?, itu karena dikhawatirkan ada sisa2 tumor yang masih tertinggal dan tidak terdeteksi pada saat operasi.

  2. Hehe narasumber utamanya dateng, Thnk u Dear may you always health

  3. Hallo, mas, mbak, boleh bertanya, siapakah onkolog di bandung yang menangani mba yunia. Trims ya. Krn sy sulit menemukan testimonial onkolog di bandung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: