Dream Catcher

IMG_20131002_120841

Beberapa minggu ini saya sedang “anti” dan menjauhi dari membaca, menonton ataupun menulis hal-hal yang berkenaan dengan motivasi. Demotivasi? mungkin sih, beberapa bulan ini kejadian tak mengenakan memang terjadi, dari mulai beberapa impian yang tiba-tiba “direnggut” di depan mata, sampai yang membuat saya down adalah ketika istri divonis kanker payudara dan disaat yang bersamaan sayapun harus kehilangan kesempatan saya untuk pergi dan melanjutkan studi di Leiden Belanda. Well life is never easy.

Pada saat desperado seperti itu, saya diharuskan membuat 2 resensi buku oleh kampus. Dan akhirnya saya “terpaksa” membaca buku karangan Alanda Kariza yang berjudul Dream Catcher. And thanks to her, saya sekarang bangkit kembali, berani bersuara lantang dan mengejar my unfinished Dreams.

Bagi anda yang ingin mengetahui sedikit isi dari bukunya, well here it is:

Buku Dream Catcher ini adalah buku yang ditulis oleh seorang yang sangat belia usianya, baru 21 tahun tetapi dengan pencapaian hidup dan prestasi yg outstanding dan di atas rata-rata anak-anak muda seusiannya. Pertama kali melihatnya saya rada pesimis, mengira bukunya akan “biasa” seperti buku-buku yang menjual “impian” lainnya, ataupun hanya menceritakan impian-impian ataupun prestasi hidupnya, tetapi ternyata saya SALAH.

Siapa itu Alanda Kariza?

alanda 2

Di cover belakang bukunya, dituliskan singkat mengenai biografinya, dia adalah seorang gadis berumur 21 tahun, yang ketika pada usia yang sangat belia yaitu pada saat SMP menggagas komunitas The Cure For Tomorrow. Dan pada tahun 2009, bersama anak muda lainnya, menyelenggarakan Indonesian Youth Conference. Ia kemudian terpilih untuk mewakili Indonesia di forum International Global Changemakers (2008), One Young World (2011), High Level Panels on Youth: “Global Youth, Leading Change (2011), finalis termuda Cosmo Girl of the year 2006, penerima penghargaan ASHOKA Young Changemakers: Innovation in Clean Water and Sanitation (2010), IPA Inovation and Entrepreneurship Awards: People Choice (2011).

Hanya itu saja?

Belum ternyata, karena buku Dream Cathcer in adalah buku Alanda yang ke empat yang telah dia tulis, Alanda pun aktif menulis di berbagai media, diantaranya flagship magazine terbitan PB, UN Chronicle. Dan ia pun dinilai sebagai salah satu perempuan berpengaruh di Indonesia versi majalah Marketers (2011).

WOW !! OUTSANDING. Itu mungkin kata pertama yang akan kita katakana bila melihat beragam pencapaian yang telah Alanda raih, di usianya yang sangat muda.

CATCHING DREAMS

Buku yang ditulis Alanda ini menceritakan bukan hanya mengenai pencapaian-pencapaiannya, mengenai proses bagaimana seorang Alanda accomplished her Dreams, tapi juga secara tampilan sangat menarik karena memang mulai dari cover sampai isinya sangat enak dipandang mata, dengan adanya beberapa karikatur, paper work, dan beberapa biografi anak muda yang sukses mengejar impiannya seperti halnya sang penulis, dengan konsep yang “anak muda” banget ini, maka buku Dream Catcher ini tidak membosankan dan tidak menggurui. Walaupun secara isi sebenarnya mirip dengan buku-buku “Impian” lainnya, tapi kekuatan buku ini terletak pada karakter sang penulis yang sangat kuat tergambar di bukunya, cara mengungkapkan ide, pendapat gagasan dan wawasan yang pintar, dan yang paling penting adalah buku ini bukan hanya menjual ide “how to catch our Dreams” tapi juga membuka mata bahwa impian kadang sangat egoistic, karena acapkali bucket list, dreambook, vision board kita sebagian besar adalah hanya mengenai keinginan dan kepentingan pribadi. Seorang Alanda bisa mengajarkan kita bahwa “Dreams” tidaklah harus bersifat eksklusif dan bersifat pribadi.

Melalui tulisannya, kita bisa melihat bahwa Alanda adalah sosok yang smart dan energic. Buku ini dimulai dengan mengajak pembaca untuk mulai mereka dan kembali menerjemahkan dan mengartikan arti dari impian kita, “What my Dreams are?” bagaimana sebenarnya proses bermimpi dan memiliki impian itu sebenarnya bisa berubah-ubah sepanjang waktu, dan mengetahui hakikat bahwa sebenarnya Dreams are invited, not borned.

Setelah mengetahui dengan pasti apa yang menjadi impian kita, dan tentunya write down all of its, di chapter selanjutnya sang penulis menceritakan tentang pentingnya passion dan how important to love it. Karena sangat mengerjakan sesuatu yang kita passionate on it hasilnya akan sangat berbeda jika dibandingkan mengerjakannya sebatas kewajiban. Dan disinipun dibahas bahwa dreaming saja not enough, tapi ketika mengejar impian harus ada persiapan yang harus dibawa dan dipersiapkan.

Buku ini menjadi berbeda karena didalamnya terdapat banyak biografi anak muda yang tidak hanya mengejar impian pribadinya semata, tapi anak muda yang berkontribusi untuk membuat a better future, bukan hanya untuk masa depannya, tapi untuk humanities dan environment.

Sangat menyenangkan menyadari bahwa di luar hedonism, konsumerisme anak muda dewasa ini, masih ada dan tepatnya masih “banyak” anak-anak muda yang masih mau peduli, dan bertindak untuk membuat kehidupan yang lebih baik bagi sesama.

Buku ini worth it di baca, bagi anda yang senang dengan buku-buku sejenis, atapun bagi anda yang ingin mempunyai arah yang jelas mengenai hidup anda, ataupun bagi anda yang sekarang merasa down karena gagal mencapai impian anda.

So what are you waiting for, let’s catch our Dreams.

Posted on Oktober 2, 2013, in Motivasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: