Surat untuk Kawan

 

Tidakkkah kau merasa kawan,,

Mata ini mulai memudar, tak lagi tajam menatap, tak lagi berapi merajam

Tidakkah kau merasa kawan,,

Wajah ini makin berkerut,, tak setampan dahulu, tergerus kepenatan duniakah?

Tidakkah kau merasa kawan,,

Rambut kita mulai memutih,, dan rontok di sapu angin, seperti halnya jiwa kita

Tidakkah kau merasa kawan,,

Punggung ini mulai makin bungkuk,, terbebani berat tanggung jawab kita dan kemudian berkompromi terhadap realitas

Tidakkah kau merasa kawan,,

Lidah ini makin kelu, tak lagi lantang berteriak, ia hanya tak lebih dari alat makan

Tidakkah kau merasa kawan,,

Hidup ini makin membosankan, karena jiwa-jiwa tak lagi bersayap

Tidakkah kau merasa kawan,,

Kita merasa asing dan semakin asing, kita kah? Atau mereka??

Tidakkah kau merasa kawan,,

Semua ini cerita usang, layaknya ritme lagu balad yang berulang

Tidakkah kau merasa kawan,,

Waktu seakan melambat, dan kita menatap plot tak bertuan

Tidakkah kau merasa kawan,,

Seberapa kuat kita kemudian menyangkal dunia, dunia tetaplah sama

Tidakkah kau merasa kawan,,

Karena aku pun mulai tak mengenalmu ataupun merasakan apapun

Tidakkah kau merasa kawan,,

Hidup makin membosankan

Tidakkah kau merasa kawan,,

Tidakkah kau merasa kawan,,

Tidakkah kau merasa kawan,,

Tidakkah kau merasa kawan,,

Tidakkah kau merasa kawan,,

Tidakkah kau merasa kawan,,

Tidakkah kau merasa kawan,,

Tidakkah kau merasa kawan,,

 

(10 Mei 2013)

 

Posted on Mei 10, 2013, in Motivasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: