Melepaskan Keduniawian

Bab ini sengaja saya tulis malam ini, dikamar, saat ini setelah beberapa kejadian menyebalkan terjadi di beberapa minggu ini, dan puncaknya adalah tadi. Di temani backsound lagu Fix You dari Coldplay yang saya terus ulang-ulang, ya satu lagu dan di ulang-ulang terus. Beberapa bait kata dari lagunya sengaja saya tulis

When you try your best but you don’t succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can’t sleep
Stuck in reverse

Lights will guide you home
And ignite your bond
And I will try to Fix You

Bagi saya pribadi, lagu itu mempunyai makna tersendiri, singkatnya sih DALEM BANGET GITU LOH. Nah kembali kepada pengalaman saya tadi yang membuat saya kemudian kesal sendiri, adalah karena tadi ketika perjalanan naik Bis dari Karawang ke Bandung saya kemudian kehilangan sebuah Tas, Tas yang berisi sebagian besar kemeja dan celana kerja saya,,, Sebenarnya bukan hilang, lebih tepatnya adalah ketinggalan di Bis, dan saya baru ingat ketika sudah sampai Gerbang Komplek saya,, ahh Kuso!!! Haseum!! Itu umpatan saya dalam hati, bias-bisanya sampai lupa!!!!

Kesal karena memang beberapa bajunya adalah baju favorit saya (dan itu hadiah dari teman dan kolega) jadi memang mempunyai makna tersendiri. Tapi ketika saya runut ternyata Oooow OW kejadian ini bukan yang pertama saya alami di bulan ini. Dua minggu kemarin saya masih ingat ketika saya sedang mengikuti Training di Kantor Pusat Jakarta saya kehilangan jam tangan (yang baru 2 hari saya beli), bukan jam tangan mahal sih, malah KW. Tapi yang membuat saya menyukai jam itu adalah karena jam itu adalah replika jam pertama yang saya punya, dulu saya membelinya pas jaman SMP kls 1, itupun dengan uang hasil arisan, jadi ketika membelinya lagi walaupun KW tapi lumayan dapat menjadi obat nostalgia, niatnya adalah akan dijadikan koleksi benda memorabilia saya. Merasa kesel karena hilang? Pastinya.

Kejadian kedua baru terjadi kemarin, yaitu ketika saya pulang dari Sholat Jumat dan ternyata JREEENG, sandal saya ada, saya cari-cari kemanapun ga ada,,, bahkan saya sengaja tunggu satu perasatu orang sampai Masjid Kosong (dengan harapan ada yang tertukar mengambil sandal saya) tapi ternyata memang tidak ada sandal yang ga bertuan siang itu, alhasil sandal saya ada yang nyuri,,, BAH itu kan Cuma sandal jepit Swallow biasa, harganya tidak seberapa juga,, Cuma memang baru saya beli,,, hmmm ilang lagi,,, dan puncaknya adalah tadi ketika Tas saya hilang,,,

Karena saya mempunyai emosi (Justifikasi bahwa saya manusia hehe) saya merasakan perasaan dongkol dan Gondok tersebut,,, bahasa Jermannya mah “Ngabageul”, saya pun sempat manyun juga,,,

Tapi disela-sela menatap piring nasi ketika sampai rumah, saya berpikir kembali,, saya bisa memilih cara saya menyikapi kejadian-kejadian tersebut,, dengan negatf yaitu dengan merasakan emosi dan dongkol atau memilih dengan cara yang lebih sehat. Masih dalam keadaan manyun, tiba-tiba terlintas di pikiran saya, jika kejadian serupa terjadi dan berulang-ulang, sepertinya memang ada yang salah, sepertinya memang ini ada sesuatu,, sepertinya ada pesan,,

Apa yang menyebabkan Tuhan “meneke” saya alias menggetok saya,,,
Sekali Tekean masih ndak mudeng
Getokan kedua masih geleng-geleng
Oleh karena itu kejadian yang ketiga vibrasinya di perbesar hahaha I’m totally loose

There’s a flash in mind,,, ada sekelebat pikiran di dalam kepala saya dan ketika memahaminya CESSSSSS seketika itu juga mood saya lebih baikan,,, ternyata intinya adalah Hubbul Dunia (Cinta Dunia)

Saya telah merasa bahwa semua yang saya pakai, benda yang saya beli,, jauhnya adalah uang, karir, keluarga saya adalah milik saya,,, saya merasa itu semua benar-benar hasil usaha saya, sehingga saya merasa memilikinya, berhak atasnya, dan semua kebendaan tersebut melekat pula ke diri saya. Saya lupa bahwa semua itu hanyalah titipan,,, semua itu semata-mata milik Tuhan yang Ia titipkan sebentar ke saya, lalu ketika Sang Pemilik Hak kemudian ingin mengambilnya kembali,,, haruskah saya merasa marah, berkomat kamit, bersungut sungut atau bahkan merasa tidak menerima keputusan itu???

Ya Tuhan, saya baru teringat,,,, pelajaran melepas Hubbul Dunia ini justru pernah saya pelajari beberapa tahun yang lalu,,, tapi saya sendiri yang justru terjebak di dalamnya,,,,

Cara untuk melepaksan Hubbul Dunia adalah dengan cara belajar untuk melepaskan hal-hal yang justru kita sukai dan sayangi,,, jika ketika anda melepaskan atau kehilanngan hal tersebut anda merasa sedih, dongkol dan berat hati,, berati hal tersebut yang bisa saja berupa benda, kekayaan, tahta, jabatan, karir, pasangan, keluarga masih sangan melekat di hati anda,,, anda lupa bahwa fitrahnya semua itu hanyalah titipan yang nantinya akan diambil kembali dan dipertanggung jawabkan. Bahkan dalam beberapa kasus, saking melekatnya,, dia pun menjadi hamba Dunia, hanya mencari dan mengejar Dunia,,

Cara untuk melepaskan Hubbul Dunia bisa anda praktikan sendiri-sendiri,,, misal adalah ketika anda membuka lemari baju anda, coba anda pilih baju yang paling bagus atau favorit anda,,, setelah itu lalu coba sedekahkan baju itu kepada orang yang membutuhkan. Lalu liat dan rasakan hati anda,, bergejolakkan ia,, nah silahkan jawab sendiri.

Jika baju tidak bermasalah bagi anda, terus tingkatkan levelnya,, misal memberikan sepeda kesayangan anda,, beranikah dan relakah anda memberikan motor anda untuk misal seorang ulama miskin yang membutuhkan (karena dengan adanya motor maka usaha untuk berdakwahnyapun lebih gampang),, mampukah kita?? Seperti para Sahabat yang bahkan mensedekahkan ½, ¾ bahkan seluruh hartanya??

Sepertinya level kita belum sampai kesana ya,,, terlebih saya. Tapi yang membuat saya bersyukur malam ini adalah, karena di ketokan yang ketiga ini saya mampu tersadar dari kesalahan saya,,, bersyukur karena masih bisa membaca dan menemukan hikmah tersebut, tidak terlarut-larut.

Setelah memikirkan jebakan dunia tersebut,, hati saya merasa lebih tenang,,, mungkin Tuhan mengingatkan saya karena beberapa Bulan ini mungkin saya justru terlalu berfokus pada hal Duniawi.

Cara Tuhan menjewer dan mengetok kepala hambaNya memang amazing, saya berpikir kalau saya ga sadar-sadar mungkin nanti yang diambil olehNya bukan cuma tas dll. Ah cara Tuhan memang ajaib.

Posted on Maret 18, 2013, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: