Choices

Gambar

 

Banyak orang yang berkata, bahwa yang namanya hidup adalah mengenai pilihan (life is matter of choice). Ya ketika anda diharuskan untuk memilih diantara dua pilihan atau lebih otak reptil kita pun kemudian secara otomatis langsung membuat sebuah perhitungan matematis, perbandingan; untung-rugi, benar-salah, hitam-putih, selamat-celaka dll. Ketika kemudian anda tidak memilih pun sebenarnya itu adalah pilihan, ya anda memilih untuk tidak memilih!

 

Dibalik sebuah pilihan tergantung sebuah konsekuensi, dan didalam sebuah konsekuensi ada sebuah tanggung jawab. Tanggung jawab untuk melakoni apapun hasilnya, seenak dan se-ga enak apapun hasilnya di masa depan.

 

Alangkah enak dan mudahnya jika kita  bisa memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, kaya orang-orang yang punya kemampuan supranatural di film-film. Iya, maka secara otomatis kita tidak akan memilih sebuah pilihan yang salah. Ya gampangnya seperti itu. Karena ketika kita sudah memikirkan secara masak, matang bahkan sampe gosongpun kadang pilihan kita salah (tepatnya sih tidak sesuai dengan harapan). Dan ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan maka timbulah masalah, ya masalah seyogyanya adalah kesenjangan yang terjadi antara kenyataan yang dialami dengan harapan yang diingini.

 

Hmmm mulai kepikiran deh, sebenernya yang menjadi masalahnya itu apa ya?? Apakah karena harapan yang tidak sesuai dengan keinginan, atau karena kita memutuskan memilih sebuah pilihan yang ternyata dikemudian hari dirasakan salah, ataukah yang menjadi masalah sebenarnya penyikapan kita terhadap masalah tersebut.

 

Logikanya gini, ketika kita memilih pilihan A dimasa kini, apakah kita tau bahwa pilihan itu salah? Engga lho, kita tau pilihan itu tidak tepat ketika kita telah menjalaninya, dan itu terjadi di masa datang. Artinya ketika anda membuat pilihan tersebut di masa kini, maka pilihan itu masih dirasakan dan bersifat benar. Dan mungkin saja pilihan itu tetap bersifat benar absolut, tetapi kemudian cara pandang kita di masa depan yang membuat seolah-olah pilihan itu salah.

 

Contohnya adalah ketika anda membeli mobil merek A tipe AA, anda pada saat membeli tentunya telah memikirkan matang-matang keputusan anda. Menyesalkah anda ketika waktu anda membelinya? Tidak. Tapi anda merasa bahwa pilihan itu tidak tepat setelah anda mencobanya. Sesudah seminggu, dua minggu atau sebulan baru ada perasaan, Hhhh kenapa dulu saya ga beli mobil merek A yang tipe nya BB ya??

 

Sadar atau ga sadar yang namanya penyesalan itu datang bukan karena kita telah mencobanya, tapi sebenarnya penyesalan itu datang karena kita telah membandingkannya. Iya karena tanpa ga sadar kita telah membuat sebuah perbandingan, setelah beli mobil tipe AA, sebulan kemudian keluar tipe AB yang harganya ga beda jauh tapi mobil yang baru lebih segalanya di banding tipe lama, nahh baru kemudian kita nyesel, kalo engga setelah sebulan beli, eeehhh keserempet bajaj, lalu kita ngomong “hhh coba saya belinya bulan depan, mungkin ga kejadian kaya gini”

 

Kawan, itulah yang namanya penyesalan. Sebenernya bukan pada bendanya atau pilihan yang kita buat sih. Jadi stop mengkambing hitamkan pilihan, karena si pilihan bukan kambing hehe ga hitam pula hehehe.

 

Ketika sekarang kita paham bahwa yang namanya penyesalan adalah buah dari kejadian yang ga sesuai harapan maka sebenernya pilihan apapun yang kita buat endingnya akan teuteup sama kalo cara kita menyikapi pilihan tersebut salah. Jadi sekali lagi, bukan pilihannya yang salah, tetapi lebih cara kita menyikapi dan bersikap atas pilihan tersebut.

 

So apa yang musti kita lakuin agar ga nyesel atau sakit hati?

 

Yang pertama tentunya ketika akan memutuskan memilih sesuatu pastikan kembali tujuan basic anda memilih pilihan tersebut. Misal ketika akan membeli mobil, tujuan utamanya adalah agar istri dan anak anda tidak harus kena angin dan kehujanan kalo bepergian. Nah selalu camkan hal itu dalam hati.

 

Kedua adalah, minimalisir membanding-bandingkan dengan yang lain. Karena membandingkan jika tidak disikapi dengan bijaksana justru membuat anda menyesali dan merutuki bahkan mengutuki pilihan yang telah anda buat, dan bahayanya justru membuat kita lupa untuk bersyukur. (Orang tua dulu mah bilang, rumput tetangga slalu keliatan lebih hijau)

 

Ketiga adalah selalu berusaha beryukur atas apa yang anda miliki dan dan mengikhlaskan apa yang anda belum punyai. Fokus kepada yang anda punya bukannya berfokus pada yang orang lain punya. Jika anda tidak dapat yang anda suka, belajarlah menyukai apa yang anda dapat.

 

Pun ketika anda terlanjur sudah membandingkan dan merasa membuat pilihan yang salah serta menyesal, mungkin ada baiknya anda mem flashback pada point pertama, untuk apa sebenarnya anda membuat pilihan tersebut, misal mobil tersebut memang untuk keluarga atau untuk gaya gayaan? Kalo untuk keluarga maka mobil apapun yang telah anda beli tidak akan menjadi masalah karena anda sudah memenuhi keinginan dan niat anda membelinya. Pun ketika anda tetap merasa bahwa pilihan anda itu salah misal salah memilih orang, partner bisnis atau teman hidup anda, maka yakini bahwa Tuhan tidak pernah iseng!! Things happen for a reason

 

Salam hangat,

Andri Irawan

Posted on September 20, 2012, in Motivasi. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Reblogged this on 37degree and commented:
    Tuhan tidak pernah iseng…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: