Things Happen for a Reason

Sebuah quote sederhana, dan kalimat itu jadi jampi yang sangat manjur bagi saya, “Sesuatu terjadi karena sebuah alasan”, simple memang sesederhana kita mengartikannya, tapi ketika sering diulang-ulang, di apersepsi ternyata kalimat tersebut sangat powerfull, ya powerfull untuk membuat kita kembali yakin bahwa Tuhan tidak pernah iseng. Hehe beneran, Tuhan gakan iseng terhadap mahluknya, semua sudah melalui perencanaan yang maha luar biasa sempurna, dikatakan bahwa daun yang jatuh di belahan bumi manapun itu atas sepengetahuian Tuhan dan takkan terjadi tanpa seizin Tuhan. Dan terimakasih kepada orang yang selalu menguatkan saya dengan kata-kata itu, dan orang itu adalah wanita yang menjadi istri saya sekarang.

Quote itu jadi salah satu qoute favorit saya sekarang, beberapa tahun yang lalu seseorang selalu mengatakannya berulang-ulang ketika saya merasa down, dan jujur ketika saat itu saya justru tidak menganggap penting kata tersebut, hingga akhirnya beberapa kejadian terjadi, dan akhirnya kembali menyadarkan saya bahwa cara agar kita berdamai dengan hati kita, hidup kita dan masa lalu kita adalah dengan memahami dengan BENAR cara kerja Tuhan, mengerti dengan TEPAT bahwa kuasa Tuhan melampaui nalar kita, dan menjalani dengan ikhlas ketika inginNya tak sama dengan ingin kita. Bukankah Tuhan adalah Tuhan dengan segala kuasa, kehendak dan ke Maha-annya, dan hmm kawan jangan lupa kalo ia adalah Sang Pencipta, jadi jangan kita lalu mengambil hak Tuhan, loh bagaimana?? Iya loh karena hakekatnya ketika kita tidak mau menerima takdir Tuhan, ketika kita justru malah bersitegang denganNya wah wah wah ga sadar kita kemudian bersikap melebihi Tuhan, kasarnya merasa lebih tau dan lebih tinggi dari Tuhan, dan kita ga sadar memerintah Tuhan agar Tuhan mengikuti ingin kita, nah loh hayooo siapa yang jadi Tuhan??

Sebuah novel yang favorit saya karangan A.Fuadi dalam sebuah dialog tokohnya mengatakan kurang lebih seperti ini bahwa “Hidup pada hakekatnya adalah bagaimana kita ikhlas menjalani takdir Tuhan”. Mengapa sih hal itu penting?? Apakah berarti kita pasrah dalam menerima semua kepahitan dan kegalauan hidup (hehe,,,) tidak juga, ah disini kita tidak akan membahas bagaimana hakikat takdir, tapi lebih kepada bagaimana kita bisa menyikapi secara benar dan sehat apapun yang terjadi di kehidupan kita dan anda tepatnya.

Hal ini ga mudah memang, dan perlu dilatih lagi, lagi dan lagi layaknya emas, ia akan terlihat kilaunya ketika ditempa-ditempa, dibakar dan dibakar. Seorang motivator mengatakan bahwa ga ada sesuatupun yang matang tanpa dimasak. Ketika anda menghadapi suatu cobaan, kesulitan, ujian dan masalah dalam hidup anda dan anda merasa tidak ada jalan keluar, merasa bahwa tidak ada satupun keadaan yang memihak anda, merasa disepelekan, dipinggirkan, merasa kalah, tak berdaya dan frustasi, dan semakin anda mencari jalan keluar malah semakin anda tersesat, dan petuah-petuah orang terdekat dan ahli pun seakan hanya menjadi angin lewat mungkin saatnya anda mengucapkan jampi tadi, coba katakan “Things happened for reason,,, Things happened for reason,,, Things happened for reason,,,”.  Lalu setelah mengatakannya masalah anda akan selesai dan anda langsung Triiing bahagia? Tidak! Nah lho, hehe lalu buat apa? Begini lho kawan, untuk mengerti dan memahami sesuatu tidak harus kemudian kita mengertinya sekarang, seperti halnya ketika kita masih sekolah dan mencoba menyelesaikan soal-soal matematika atau fisika, apakah kita tahu langsung jawabannya?? Engga toh, kita kemudian mencoba berpusing-pusing ria melakukan trial error (bahasa sundanya mah “ngotret”, maaf saya tidak menemukan padanan yg tepat untuk ngotret di kamus besar bahasa Indonesia karangan J.S Badudu hehe), intinya mah untuk mengetahui jawaban kita diharuskan melalui proses TIDAK TAHU, dan dari tidak tahu ketika anda memakai rumus yang tepat maka jawabanpun anda dapatkan.

Nah kaitannya dengan masalah hidup rumusnya sama seperti tadi, untuk mengetahui jawaban, makna dan hikmah maka pergunakan saja rumus tadi, katakan “Things happened for reason” lalui saja dulu proses kebingungan anda dan ketidak tahuan anda, artinya ketika anda menggumankan jampi tersebut sebenarnya anda sendiri tidak tahu apakah masalah anda akan selesai, kerumitan anda akan hilang, tapi anda disini anda mencoba meyakini atau lebih tepatnya mengimani bahwa Tuhan berkuasa atas hidup anda. Dan ketika anda meyakini bahwa Tuhan yang berkehendak, Tuhan yang mengizinkan semuanya terjadi, anda akan lebih bisa menerima kenyataan sepahit apapun, anda akan bisa berdamai dengan hati anda, setidaknya lebih tenang. Dan ketika proses ketenangan hati, peng alpha-an gelombang otak, peng zero-an hati, pengikhlasan percayalah tangan Tuhan dan bantuan Tuhan datang kepada anda, saat terdekat mahluk dengan Tuhan adalah ketika kita dengan ikhlas menerima keadaan kita dan dan dengan segala kerendahan hati kita meninggalkan ke ego-an kita sebagai manusia dengan segala titel dan pencapaiannya serta menerima keberadaan Tuhan sebagai Tuhan kita dalam arti menerima bahwa Ia mempunyai hak mengatur kita.

Saya sendiri ketika mengucapkan kalimat tersebut sering kali tidak mengetahui apa sebenarnya hikmah dibalik masalah saya, tapi dengan mengucapkannya saya percaya bahwa saya berada dalam jalur yang tepat, rumus yang tepat agar jawaban itu datang kepada saya. Cause when you say you have faith, you believe in God, itu berarti anda percaya bahwa semua yang terjadi di hidup anda adalah atas Izinnya, dan tentunya for a reason, a better reason absolutely.

 

By: Andri Irawan

Posted on September 4, 2012, in Renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: