Berhentilah Sejenak

Hampir 2 minggu ini saya sering merasa sakit kepala yang amat sangat, puncaknya kemarin sampai-sampai ketika di motor hampir tak sadarkan diri, hmm memang beberapa hal memuncak di minggu-minggu ini, banyak kejadian dan peristiwa yang sangat menguras energi, pikiran juga hati. Seminggu ini hampir saja saya lost control karena saking memuncaknya emosi, dan di puncak rasa penat hati, tubuh dan pikiran sesuatu menyadarkan saya.

Ketika menulis tulisan ini saya sedang berada di kampus, dan hmm ya sengaja tidak pulang dulu dan hmmm ya semua staf saya sendiri sudah pada pulang sebenarnya..

Ditemani Pa Tete Office Boy kampus, keheningan suasana kampus menenangkan pikiran saya,,, sepertinya ada yang salah dengan pola hidup saya akhir-akhir ini, dan SMACK!! sebuah bait dari lagu grup band Padi yang berjudul Sang Penghibur menampar wajah saya..

“Bukankah hidup ada perhentian
Tak harus kencang terus berlari
Kuhela kan nafas panjang
Tuk siap berlari kembali”

INI DIA!!!!! beberapa waktu ini saya terlalu fokus pada pekerjaan, pada target, pada goal setting pada semua yang menekan saya berulang dan berulang dengan tempo dan ritme yang makin cepat dan berat yang bertambah,, tak sadar saya meng-gas tubuh, pikiran dan hati saya terus-terusan, ketika habis bensin maka saya penuhi lagi tabung gas tubuh saya dan gass poool lagi… saya mempush tubuh dan pikiran saya over the limit dan akhirnya mesin tubuh ini over heat yang ditandai dengan gejala emosi yang tidak stabil..

Hmm saya lupa satu hal,,, saya lupa untuk berhenti sejenak,, sekedar untuk menghela nafas, meluruskan punggung, melemaskan otot bahu dan leher,,

Sepertinya tidur malam dan libur di hari minggu tidak lagi menjadi obat yang mujarab, hmm mungkin ini karena saya sendiri tidak melepas kelekatan tersebut,, masih menyimpannya di tidur saya, masih menyimpannya di hari minggu dan ya ketika hari minggu saya pakai untuk mudik ke Bandung otomatis kelelahan yang mendera tubuh ini makin menjadi jadi.

Seperti kata lagu Padi di atas, hidup itu tak harus selalu kencang berlari, kadang di tiap kesempatan kita harus berhenti sejenak.

Dan saya justru melupakan hal ini,,, hmm saya senang Travelling ataupun Hiking, dan sebenarnya pelajaran ini tidak sadarnya sering saya lakukan normalnya ketika ya tadi mendaki ataupun bepergian. Bukankah ketika kita naik gunung pun kita tidak langsung mencapai puncak?? Kita biasanya berhenti di Pos yang telah ditentukan untuk sekedar istirahat, berkemah, mengisi tenaga, ataupun melengkapi perbekalan untuk siap kembali menaklukkan puncak.

Ternyata benar,,, Hhhh kadang ketika kita merasa tak sanggup lagi melangkah karena beban hidup terus menekan, ketika kita merasa tak punya tenaga bahkan hanya untuk merangkak sedangkan batin berontak,, lebih jauh lagi ketika pandangan kita sudah tak lagi bisa memandang sesuatu dengan fokus maka mungkin itu saatnya bagi kita untuk berhenti sejenak ataupun bila perlu melangkah mundur satu langkah ke belakang, karena dengan begitu kita bisa melihat permasalahan dengan lebih fokus dan jernih, dan kemudian ketika kita telah siap dan telah kembali bertenaga saatnya kita step by step mendongakkan kembali kepala kita, melihat lurus ke depan dan mengayunkan langkah kaki kembali.

Hidup itu bukan melulu mengenai pencapaian, prestasi, karir, uang ataupun kekasih. kadang kita perlu memperhatikan diri kita lebih dari impian kita, karena tubuh adalah booster bagi pencapaian mimipi.

Dan Sahabat ketika sekarang kau mulai merasa penat yang teramat sangat,, mungkin ini saatnya anda untuk Berhenti Sejenak

Posted on Mei 10, 2011, in Renungan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Semuanya berjalan mengalir tanpa disadari🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: