THE SIMPLICITY OF DREAM


impian… itulah yang menjadi penguat hidup, itulah yang menjadi semangat, tujuan dan bahan bakar kehidupan.

(Andrie)

Sebagian atau mungkin kebanyakan orang sering berkata “Jangan terbang terlalu tinggi.. karena semakin tinggi anda terbang semakin sakit anda jatuh!” tapi bagi saya terbang itu harus tinggi, karena kenikmatannya terletak ketika kita bisa melihat semuanya di atas langit, ketika kita bisa menyentuh dan menembus awan, ketika kita bisa memandang ke bawah and realize how small the world is, ketika kita bisa melihat dari persfektif yang berbeda.. dan tahukah anda.. tidak semua orang pernah merasakan nikmatnya terbang. Itulah mengapa saya pribadi terus bertahan, bukan hanya untuk bertahan.. karena memang saya bukan dan tidak hanya ingin menjadi seorang survivor. seorang survivor hanya hidup untuk bertahan hidup, tetapi Tuhan tidak menciptakan kita hanya untuk dapat bertahan di bumi. Tuhan menciptakan saya, anda, dan semua untuk saling memberi arti. Dan itulah mengapa saya ingin terbang, tinggi, lebih tinggi, dan lebih tinggi lagi.

Saya bukan pemimpi, tapi saya mempunyai banyak impian! saya tidak takut untuk mempunyai impian, walau kadang hal itu menyakitkan. The thing I most afraid of is losing my dream.. Ketika hidup semakin sulit, impian membuat kita tegar, tapi andapun harus sadar akan batasannya. Impian adalah semangat, bukan pelarian. Ketika semuanya semakin tak mudah dan ketika kemudian anda merasa nyaman dengan semua impian dan angan-angan anda, maka anda sudah menjadi seorang pencandu! Ya anda mulai mabuk dan menjadi seorang pemimipi!. Impian tidak untuk dilamunkan, impian tidak untuk dimimpikan, impian bukan hanya duduk berbaring di kamar lalu tersenyum, dan kemudian membuat anda terbang, impian tidak membuat anda mabuk dan addicted.

Dream is free, impian itu gratis tapi tidak semua orang mau memilikinya. Bahkan hanya untuk bermimpipun tidak semua orang berani melakukannya. Bagi saya dreams adalah penunjuk jalan sekaligus garis finish untuk melakukan start yang berikutnya. Bukan sekedar bahan bakar tetapi memberi guidance tentang kemana anda harus melangkah. Saya tidak setuju dengan konsep “Live the life like a water, just follow where it flow” karena bagi saya hidup itu harus mempunyai suatu titik tujuan (destination spot), karena dengan begitu hidup tidak akan menjadi sia-sia. Dan ketika hidup apa adanya dan seperti air mengalir begitu saja, maka anda akan tersesat.. karena air akan membawa anda entah kemana… apakah ke muara, ataukah ke sungai, ataukah ke laut… Hidup itu anugerah oleh karenanya hidup harus mempunyai sebuah perencanaan. Karena dengan perencanaan kita bisa menata hidup lebih baik, kita tahu tujuan hidup kita untuk apa, kita tahu akan kemana kita melangkahkan kaki, dan kitapun tidak menyia-nyiakan anugerah itu. Coba anda pikir berapa banyak orang yang sekarang sedang berusaha keras untuk hidup… orang lain mungkin sekarang sedang berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan hidup. Dan kita kadang tidak menghargai hidup! Hidup yang orang lain mungkin sangat inginkan.

Impian dalam konteks yang lebih luas sama dengan rencana hidup. Impianpun dapat menjadi alat evaluasi dan pengontrol hidup. Karena ketika anda gagal meraih impian, anda bisa tahu kenapa hal tersebut tidak berhasil, jika anda mengalami kegagalan 10 kali maka sebenarnya itu buka usaha sia-sia, sadarkah anda bahwa sebenarnya anda telah mengetahui dan belajar bahwa ada 10 cara yang tidak mungkin diterapkan untuk meraih impian anda, dan pada usaha yang ke-11 anda belajar untuk lebih baik lagi. Coba bayangkan ketika anda tidak pernah memulainya.. anda tidak akan pernah tahu mana cara yang tepat.

Impianpun dapat menjadi alat kontrol kehidupan, ya benar! karena dengan impian anda tahu kemana anda mengalokasikan tenaga, uang, dan pikiran anda. Anda telah mengalokasikannya untuk memiliki kualitas hidup yang lebih baik, maka sekali lagi kesempatan yang Tuhan berikan pada anda untuk hidup tidak terbuang sia-sia.

Posted on Desember 6, 2010, in Motivasi. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: