Forgiveness Therapy


Beberapa bulan yang lalu salah seorang sahabat menawarkan saya sebuah training lanjutan mengenai Hypnotherapi yaitu tentang Forgiveness Therapy. Mentornya adalah sama yaitu Drs.Asep Haerul Gani.Psi, mentor yang sama yang mengajarkan saya Ericksonian Hypnotherapy, pada waktu itu karena tidak ada keluangan waktu akhirnya saya tidak mengikuti training tersebut.

Sebulan kemarin pihak kampus mengadakan sebuah pelatihan bagi para dosen dan yang mengisi adalah kebetulan Pa Asep Haerul Gani, dan kayak duren jatoh neh, pada sesi pelatihan beliau membagikan sebuah buku dan mengajarkan kami tentang Terapi Memaafkan, ya Forgiveness Therapy.

Forgiveness Therapy “Maafkanlah niscaya dadamu lapang”
begitulah tag line yang saya baca dari buku tersebut.

“Memaafkan adalah proses melepaskan rasa nyeri, kemarahan, dan dendam yang disebabkan oleh pelaku. Memaafkan adalah pengalaman perpindahan dari suati momen ke momen lain. Memaafkan adalah keputusan untuk mengalirkan dendam dan pikiran melakukan pembalasan” (Asep Haerul Gani. 2010:9)

Dalam buku dan pelatihan ini kami di ajarkan bukan hanya mengenai efek dahsyat dari memafkan tapi juga cara menyalurkan energi dan emosi negatif yang kadang secara tidak sadar sering kita pendam. Dan ternyata energi kemarahan yang terpendam itulah yang dapat menyebabkan penyakit fisiologis datang.

Saya juga belajar bahwa ternyata konsep memaafkan yang selama ini saya lalukan ternyata salah, karena Memaafkan bukanlah:
1.Memaklumi
2.Melupakan
3.Melakukan pembenaran
4.Menenangkan diri sendiri
5.Berkata “saya memaafkanmu”
6.Memaafkan tidak sama dengan tidak mengadili
7.Memafkan tidak sama dengan melakukan perdamaian

Pada pertengahan sesi kami di minta untuk mengisi form, pertanyaan-pertanyaan pada form itu adalah indikator atau tanda alarm yang menunjukan saat tepat untuk memaafkan / bagi saya indikator tersebut menggambarkan seseorang sedang dalam tahap menyimpan kemarahan (dan saatnya anda perlu memaafkan). Berikut adalah pertanyaan-pertanyaan tersebut:
1.Saat anda menahan rasa sakit, kecewa, dan pahitnya hidup serta
kebencian, semua bagian kehidupan andapun mengalami penderitaan

2. Saat anda memabayar mahal untuk ongkos kehidupan

3. Saat anda membawa kemarahan dan kepahitan terhadap setiap
hubungan sosial anda dan terhadap pengalaman-pengalaman baru

4. Saat kehidupan anda terkungkung dalam kekeliruan dan anda tidak
mampu menikmati hidup saat ini

5. Saat anda mudah terpicu oleh peristiwa yang memiliki kemiripan
dengan peristiwa yang lalu

6. Saat anda mendengar dari orang lain bahwa diri anda menanggung
beban

7. Saat anda mendapat umpan balik dari oranglain bahwa anda mudah
putus asa

8. Saat anda kemudian dijauhi oleh keluarga dan sahabat anda karena
tidak menikmati saat-saat bersama anda.

9. Saat anda mudah marah hanya dengan hal-hal yang sepele

10.Saat anda merasa sering salah paham

11.Saat anda mengalihkan perhatian pada mabuk, merokok, atau
menggunakan obat untuk mengatasi nyeri batin anda.

12.Saat anda mudah merasa cemas dan tertekan

13.Saat anda dikuasai hasrat membalas dendam atau menghukum

14.Saat anda mengalami pikiran buruk terhadap situasi dan orang

15.Saat anda banyak menghindar dari berhubungan dengan sejumlah
orang

16.Saat anda merasakan bahwa hidup anda kehilangan makna dan
kehilangan tujuan hidup

17.Saat anda mulai meragukan keyakinan/agama anda

18.Saat anda mulai dan sering merasakan penderitaan pada kehidupan
anda sekarang

Jika ada satu saja dari tanda-tanda alarm itu pada diri anda, maka tidak perlu menunggu hingga semua tanda pada daftar tersebut lengkap. Bersegeralah memutuskan hal yang baik untuk anda saat ini dan ke depan, sayangilah diri anda dan maafkan!

Dan pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana tahapan memaafkan yang benar??? karena seperti halnya anda, saya pun sering merasa telah memaafkan tetapi pada beberapa momen, amarah itu kembali datang dan membludak bahkan lebih parah.
Berikut adalah beberapa tahapan memaafkan menurut Robert D.Enright yang mungkin dapat anda aplikasikan:
Pendahuluan
Pada tahap ini kenali siapa yang melukai anda? seberapa dalamkah
anda merasa terluka
Tahap 1 Mengungkapkan Kemarahan
Tahap 2 Memutuskan memaafkan
Tahap 3 Melakukan pemaafan
Mencoba memahami, melakukan hal yang baik, menerima rasa sakit
Tahap 4 Pendalaman
Menemukan makna dari penderitaan
Menemukan kebutuhan untuk memafkan
Menemukan bahwa anda tidak sendirian
Menemukan tujuan hidup anda
Menemukan kebebasan untuk memaafkan

Anda tentunya sudah memahami bahwa dalam memaafkan pada dasarnya hal yang paling penting adalah melepaskan emosi negatif yang terlanjur menempel di ingatan dan diri anda, dan kadang hal tersebut tidaklah segampang teori yang kita baca.

Ada beberapa metode self help maupun self hypnosis yang dapat anda praktekan jika anda mengalami kesulitan untuk memaafkan orang lain, situasi, ataupun anda kesulitan memaafkan diri anda sendiri.
Praktek ini diberi nama Meditasi Cinta Kasih
Caranya adalah:
1.Tutup mata anda, fokuskanlah pada nafas anda yang masuk dan
keluar, lakukan hal ini selama 3 menit

2.Arahkan perhatian pada ubun-ubun anda.
a. Sapalah ubun-ubun anda sampai memberikan tanggapan dengan
caranya yang unik
b. Kemudian berterimakasihlah kepada ubun-ubun anda.
Ungkapkanlah alasan-alasan berdasarkan kenyataan yang anda
telah alami bahwa ia telah berjasa kepada anda
c. Kemudian mohon maaf kepada ubun-ubun anda atas tindakan
yang pernah anda lakukan selama ini yang telah melukai baik
secara lisan ataupun fisik (tamparan, pukulan dsb) baik dengan
kesengajaan ataupun ketidak sengajaan. Lakukan terus menerus
hingga anda mendapatkan tanggapan
d. Doakan kebaikan untuk ubun-ubun anda “Wahai Tuhan berikanlah
kepada ubun-ubun kebaikan, kebahagiaan, kedamaian,
kesejahteraan, cinta dan keberlimpahan
e. Mohonlah dukungan kepada ubun-ubun anda atas apapun yang
anda inginkan

3. Lakukan latihan 2 untuk anggota tubuh anda yang lain (khususnya
bagian dimana anda merasakan sakit misal hati dll)

4. Lakukan latihan 2 untuk diri anda

5. Lakukan latihan 2 untuk rohani anda

Latihan tersebut bagi saya pribadi walaupun terlihat sederhana tapi sungguh mempunyai efek yang luar biasa, dengan memahami diri sendiri dan memaafkan diri sendiri serta keadaan dan orang lain akhirnya sekarang saya bisa bernafas lebih lapang, Saya telah memaafkan diri saya sendiri sehingga saya dapat menjalani dan menikmati hari ini.

About these ads

Tentang andri irawan

just a boy whos trying to keep n catch his dream

Posted on Oktober 20, 2010, in Psikologi, Renungan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. saya membutuhkan ini… terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: